Sejumlah Driver Ojol Mengadu ke DPRD Berau Terkait Sarpras dan Pembenahan Rambu Lalu Lintas
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
TANJUNG REDEB-
Sejumlah driver ojek online yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah
Gabungan Aksi Roda Dua (DPW Garda) Kabupaten Berau mengadu kepada DPRD Berau
terkait pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) serta pembenahan rambu lalu
lintas di setiap jalan poros.
Pihaknya menyuarakan adanya pembangunan
sarana berupa halte terpadu pada titik - titik strategis. Pasalnya, selama ini
pihaknya mengaku belum mendapat ruang terpadu untuk memberikan pelayanan yang
optimal kepada masyarakat.
Ketua DPW Garda Berau, Didin Hairudin
mengatakan, alasan pihaknya menyuarakan pembuatan halte supaya dapat membantu
mereka sebagai tempat mangkal dan menunggu penumpang. Dikatakannya, selama ini
para driver ojek online tidak tertib dan selalu berhamburan lantaran tidak ada
tempat untuk mangkal.
"Kami dengan kondisi panas-panasan dan
hujan-hujanan kalau mengantar orderan dan mencari penumpang. Apalagi aplikasi
ojek online ini sekarang sudah menjadi ujung tombak transportasi di
Berau," tuturnya.
Menurut Didin, adanya ojek online (ojol) ini
menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Tidak adanya moda transportasi
angkutan umum membuat mereka selalu menjadi garda terdepan sebagai sarana
penunjang akomodasi dan transportasi bagi kalangan masyarakat menengah ke
bawah.
"Oleh karena itu, dari pemerintah tolong
kami diperhatikan terkait pembangunan halte. Rencananya, ada beberapa titik
yang diusulkan untuk pembangunan halte, yakni 5 titik di sekitar Tanjung
Redeb," ucapnya.
Didin menerangkan, adanya Halte itu bukan hanya sebagai tempat untuk mangkal para driver saja. Melainkan, halte tersebut juga difungsikan untuk memudahkan masyarakat yang tidak mempunyai aplikasi ojek online atau tidak paham dalam memakai aplikasi tersebut. Selain itu, masyarakat juga tidak perlu menunggu lama apabila melakukan order terhadap aplikasi ojek online itu.
"Jadi, mereka tinggal datang saja ke
halte itu supaya bisa kami layani. Kami bakal mengirimkan surat kepada DPRD
Berau supaya difasilitasi untuk bertemu dengan kedinasan terkait termasuk
melakukan hearing," katanya.
Adapun beberapa titik strategis yang diminta
untuk didirikan halte, yakni di Jalan Gatot Subroto (depan kantor DPRD Berau),
Jalan Mangga 2 (depan Kantor Disdukcapil Berau lama), Jalan SA Maulana (depan
Hotel Palmy), Jalan Mangga 1 (sekitaran GOR Pemuda), dan depan Pasar SAD
Tanjung Redeb.
Bertempat di Rumah Dinas Ketua DPRD Berau,
Tanjung Redeb, pada Sabtu (23/7) malam, sejumlah driver ojol itu juga turut
menyuarakan adanya pembenahan rambu lalu lintas. Yang mana mereka sebagai
pengguna jalan melaporkan adanya beberapa rambu lalu lintas yang mulai rusak.
Seperti marka jalan yang sudah hilang di setiap jalan poros serta kerusakan
traffic light di simpang Jalan Mangga - Jalan Murjani.
"Kami khawatirkan keselamatan kami. Tak
hanya kami, justru yang ditakutkan ini para pengendara lainnya juga karena bisa
terjadi kecelakaan lalu lintas, jangan sampai itu terjadi terhadap sesama
pengguna jalan," katanya.
Hal ini pun disambut baik oleh Ketua DPRD
Berau, Madri Pani. Dirinya mengapresiasi sejumlah driver ojol itu karena telah
berinisiatif untuk memberikan masukan kepada pemerintah. Menurutnya, harapan
mereka ke depan ini tentu dapat mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi
COVID-19.
"Saya turut membenarkan, bahwa mereka
ini termasuk ujung tombak UMKM dimana dalam menunjang pelayanan masyarakat
untuk memenuhi kebutuhan, baik itu dalam akses pendidikan ataupun ekonomi
masyarakat dalam hal kuliner pasti membutuhkan mereka," ujarnya (27/7/22)
Madri pun mengaku, dirinya mendukung adanya
halte-halte di tempat strategis tersebut. Sehingga, para driver ojol itu bisa
melakukan pelayanan secara optimal. Menurutnya, adanya halte tersebut sangatlah
penting yaitu dapat membantu masyarakat bawah dalam rangka peningkatan UMKM
dimana para driver ojol itu bakal tersebar di tempat titik yang strategis.
"Selama ini mereka tidak mendapat
perhatian dari pemerintah. Walaupun mereka dari swasta, seharusnya tetap
mendapat perhatian yang adil dan optimal mengingat saat ini digitalisasi dalam
jasa transportasi mulai berkembang pesat," imbuhnya.
"Tentunya harus diusahakan melalui pihak
ketiga, seperti melibatkan BUMN melalui beberapa perbankan supaya mereka
memberikan CSR terhadap pembangunan tempat mereka mangkal, yaitu di
halte," sambungnya.
Dirinya pun memastikan bakal menyuarakan
permintaan dari driver ojol itu kepada Pemerintah Kabipaten (Pemkab) Berau.
Supaya mereka dapat memberikan ruang untuk driver ojek online di Bumi
Batiwakkal.
"Supaya mereka dalam memberikan pelayanan juga menjadi tertib dan nyaman sambil menunggu orderan dari kustomer mereka yang mana itu juga berasal dari masyarakat Kabupaten Berau," katanya.
Kemudian, Madri juga turut menyuarakan
pembenahan rambu lalu lintas seperti markah jalan yang jelas dan perbaikan
lampu merah. Dirinya juga mengharapkan pembenahan itu dapat menekan tingkat
kecelakaan lalu lintas.
"Mereka bakal bersurat kepada DPRD Berau
sehingga kekurangan dari mereka dapat terakomodir. Saya siap untuk mengawal
permintaan mereka itu bukan sebagai kepentingan politik, tapi murni untuk
masyarakat. Insya Allah awal Bulan Agustus ini bakal diadakan hearing,"
pungkasnya.(sep)